Senin, 16 Feb 2026

Setahun Kepempinan Presiden Subianto, Jaksa Agung Serahkan Uang Pengganti 13.Triliun

Oplus_16908288

Laporan: Kasmin Saputra, Wartawan MonitorNasional dari gedung Kejaksaan Agung

Jakarta, MonitorNasional – Hari ini Senin 20 Oktober 2025 Kejaksaan Agung resmi menyerahkan uang pengganti kepada pemerintah melalui Menteri Keuangan.

Penyerahan uang pengganti dengan nilai Rp. 13. 255.244.538, 149 Triliun tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto yang hadir digedung Kejagung untuk menyaksikan secara langsung penyerahan uang pengganti yang berhasil disita Kejaksaan dari Korporasi.

Hadir dalam acara penyerahan uang pengganti tersebut adalah Menteri Pertahanan, Sapri Samsudin, Menteri Keuangan, Purbaya Yudi Sadewa, Panglima TNI dan Mensesneg Prasetyo Hadi, serta Kepala BPKP.

Dalam sambutannya, Jaksa Agung, ST. Burhanudin melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa penyerahan uang pengganti ini hanya diserahkan secara simbolis. Karena tidak semua uang tersebut ditampilkan. Hal itu disebabkan karena tempat yang ada di gedung Kejaksaan Agung tidak memungkinkan jika harus ditampilkan secara keseluruhan, papar Jaksa Agung.

Selain itu Jaksa Agung menyampaikan bahwa pengganti yang akan diserahkan hari ini adalah uang korupsi CPO Rp13 triliun ke pemerintah, hasil dari kasus persetujuan ekspor Crude Palm Oil (CPO) minyak kelapa sawit.

“Uang tersebut merupakan titipan dari tiga korporasi yakni Wilmar Group, Permata Hijau Group dan Musim Mas Group, dengan total sebesar Rp13 triliun.

“Pihak korporasi dihukum untuk membayar uang pengganti senilai Rp17,7 triliun, dan PT Wilmar Group membayarkan uang pengganti sebesar Rp11,8 triliun. Urai Jaksa Agung.

Presiden Subianto memberikan penghargaan kepada jajaran Kejaksaan Agung yang selama ini eksis dan getol dalam melakukan pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dari pihak pihak yang berusaha merampok kekayaan Negara.

Presiden menegaskan uang sebanyakn13 Triliun itu jika dibangunkan sekolah misalnya, akan dapat sekitar 8 ribu Sekolah dan bisa membangun sekitar 5.000.000 unit perumahan kampung Nelayan, tandas Kepala Negara.

“Kejaksaan diharapkan oleh presiden untuk terus bekerja kerja keras seperti ini dan jangan berhenti sampai disini, namun teruslah berbuat untuk Bangsamu, pesan Presiden kepada jajaran Kejaksaan.

“Presiden juga berpesan agar aparat Kejaksaan jangan tumpul ke atas tapi tajam kebawah.

“Janganlah cari cari kesalahan rakyat kecil, namun disisi lain Kejaksaan jangan lemah, dan teruslah bekerja secara profesional.

“untuk itu sebagai Negara yang kaya marilah kita bersama sama untuk kerja keras, gigih dan berani untuk terus menyelamatkan kekayaan Negara dari incaran para Koruptor, tutur Prabowo Subianto.**