Morowali, Monas.Com-Pencairan dana Kompensasi CSR Desa Torete Kecamatan Bungku Pesisir Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah bernilai 4, 16 Miliar, semakin resahkan warga Desa. Pasalnya selain tidak melibatkan perangkat Desa dan warga desa, juga muncul dugaan bahwa antara Kades Torete, dengan oknum PT. Tas diduga main mata dan kongkalikong saat terjadinya pencairan, sehingga begitu mudah untuk ditransfer kerekening pribadi Kades Torete, Ridwan, SPd.
Menurut Ketua BPD Desa Torete, Bahar yang dihubungi melalui sambungan Ponselnya mengatakan sebelum maupun saat pencairan pihak PT.Tas tidak pernah mengubungi perangkat Desa maupun masyarakat Desa Torete.
Bahar juga mengaku heran dan kaget saat mengetahui jika dana CSR dari PT. Tas sudah cair dan masuk ke rekening kepada Kades Torete dan bukan ke rekening Desa.
“Itu juga yang membuat saya kaget mengapa tiba tiba ada tanda tangan saya disitu, tandasnya. Ia menambahkan seingatnya pernah ada proses tanda tangan kepada perangkat Desa dibulan September tahun 2024 lalu tapi bukan dalam rangka pencairan. Akan tetapi persetujuan saat pendataan dan Verifikasi lahan. Tutur Bahar.
“Intinya pencaiaan kompensasi lahan manggrow perangkat desa maupun BPD serta masyarakat tidak tau menau, nanti kami tau baru sekitar dua Minggu yang lalu, sebut Bahar.
Bahar menjelaskan bahwa kekeliruan dalam pencarian Dna CSR ada dugaan kongkalikong antara PT. Tas dan Kades Torete.
“Saya kira pihak PT. Tas itu tau bahwa dana CSR diperuntukan untuk Desa Torete, sehingga dananya tak mungkin bisa dimasukan ke rekening pribadi Kades, melainkan harus melalui rekening Desa, ungkapnya.
Hal senada juga dikatakan Sekdes Torete, Amrin.S yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Senin, (15/9/2025) juga mengaku tidak tau menau soal pencairan dana 4 miliar yang masuk ke rekening pribadi Kades.
“Maaf pa bagaimana kami mau berikan keterangan, sedangkan kami tidak pernah dilibatkan, sehingga kami tidak tau mau ngomong apa. Namun sekdes mengetaui bahwa Humas PT. Tas, bernama Abdila yang tinggal dirumah Kades Torete.
Saat ditanya soal keberadaan Kades Torete saat ini, Sekdes mengatakan informasinya hari ini Kades berangkat ke Bungku untuk bertemu Bupati Morowali.
Sekdes menyebutkan bahwa Kades dan Bupati sempat bertemu di Kendari, pa Bupati memberikan warning kepada Kades untuk bertanggung jawab atas persoalan Dana CSR dari PT. Tas untuk Desa Torete.
“diketahui bahwa Bupati Morowali baru saja pulang dari Jakarta untuk bertemu pihak PT. Tas guna membicarakan persoalan Dana CSR yang sudah dicairkan melalui rekening pribadi Kades untuk Desa Torete.
“seperti apa solusinya akan disampaikan kepada Kades Torete. Turut Sekdes menirukan informasi dari Kades Torete.
Pihak PT. Tas yang coba dikonfirmasi melalui KTT, Agus terkait kasus yang diduga melibatkan PT. Tas, baik melalui WhatsApp maupun Via Telepon, hingga berita ini diturunkan tidak memberikan tanggapan apapun.**
(Tim Monas)
Dugaan Kongkalikong Dibalik Pencairan Dana CSR Di Torete Bungku Pesisir, 4,16 M





