Senin, 16 Feb 2026

Banjir Jakarta: 1.600 Warga Mengungsi, Bantuan Rp575 Juta Disalurkan

JAKARTA, MONITOR NASIONAL – Banjir Jakarta melanda sejak Senin (12/1/2026) dan memaksa 1.600 warga mengungsi di Jakarta Utara serta Jakarta Barat. BPBD DKI Jakarta salurkan bantuan logistik senilai Rp575 juta untuk kebutuhan dasar korban. Hingga Selasa pagi (13/1/2026), genangan air masih merendam 22 RT dengan ketinggian 10 hingga 35 sentimeter.

Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, catat pengungsi terbesar akibat banjir Jakarta. Rusun Embrio tampung 207 kepala keluarga atau 625 jiwa. Sementara itu, jumlah ini sempat capai 690 jiwa dari 232 kepala keluarga di lokasi yang sama. BPBD DKI Jakarta pantau situasi secara intensif.

Di Kelurahan Cilincing, 230 warga mengungsi di gedung SMPN 266. Kelurahan Warakas tampung 175 jiwa di tiga lokasi, yaitu Mushola Baiturrahim, Masjid Miftahulsalam, dan Mushola Al Wasilatul Iman. Selain itu, Kelurahan Tegal Alur di Jakarta Barat lindungi 153 jiwa dari 38 kepala keluarga di Rusun dan RPTRA Alur Anggrek. Permukiman mereka terendam air setinggi 30-35 sentimeter.

Hingga pukul 08.00 WIB Selasa (13/1/2026), banjir Jakarta rendam 22 RT di Jakarta Barat dan Utara. Ketinggian air berkisar 10 hingga 35 sentimeter. Lima ruas jalan di Jakarta Utara juga tergenang setinggi 10 hingga 20 sentimeter. Pihak berwenang lakukan pemantauan terus-menerus.

BPBD DKI Jakarta salurkan bantuan senilai Rp575.419.810 sejak Senin malam hingga Selasa dini hari. Bantuan itu meliputi 226 paket perlengkapan anak, 226 dus air mineral, 226 kaleng biskuit, 226 paket sandang, serta 840 buah matras.

“Kami memastikan seluruh bantuan logistik tersalurkan secara tepat sasaran dan terukur. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen BPBD DKI Jakarta untuk melindungi dan memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak bencana,” kata Michael Sitanggang, Ketua Subkelompok Logistik dan Peralatan BPBD DKI Jakarta, pada Selasa.

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri dan Pangdam Jaya Mayjen Deddy Suryadi tinjau pengungsian di Rusun Embrio pada Senin malam. Keduanya serahkan 250 paket sembako berisi beras, minyak goreng, gula pasir, mi instan, dan kebutuhan pokok lainnya.

“Polri bersama TNI hadir untuk memastikan masyarakat yang terdampak banjir benar-benar terlayani dengan baik, mulai dari kebutuhan logistik, keamanan, hingga kondisi kesehatan para pengungsi,” kata Asep Edi Suheri.

Meskipun begitu, banjir Jakarta akibat hujan deras ini ganggu aktivitas ribuan warga. Pemerintah daerah koordinasikan evakuasi dan distribusi bantuan lebih lanjut. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi genangan tambahan. BPBD terus update data terkini untuk respons cepat. Hingga kini, tidak ada laporan korban jiwa.*/SID