Selasa, 10 Feb 2026

Presiden Prabowo Sebut Korupsi Ibarat Penyakit Kanker

Oplus_16908288

Jakarta, MonitorNasional – Presiden Prabowo Subianto tak hentinya menyeroti persoalan korupsi yang terus menerus terjadi di Republik Indonesia.

Prabowo menegaskan bahwa korupsi adalah penyakit berbahaya yang bisa menghancurkan bangsa apabila dibiarkan.

Kepala Negara itu bahkan menggambarkan korupsi seperti kanker stadium 4 yang sulit disembuhkan dan membutuhkan tindakan tegas.

“Korupsi, dalam pembacaan sejarah saya, akan menghancurkan negara, bangsa, dan rezim. Jadi, ya, saya bertekad untuk mencoba memberantas korupsi. Dan terkadang satu-satunya hal adalah Anda harus memberi contoh, bukan?” kata Prabowo dalam dialog Forbes Global CEO Conference 2025 di Jakarta, Rabu (15/10/2025) malam, dilansir dari Sindo News.

Prabowo kemudian menuturkan pengalamannya saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Pada malam pertama menjabat, dirinya langsung mengumpulkan seluruh anggota keluarga dan memperingatkan agar tidak ada yang terlibat dalam proyek pertahanan negara.

“Saya tidak tahu apakah saudara laki-laki saya ada di ruangan itu, tetapi saya berkata, dengar, saya Menteri Pertahanan.

” Ya, kalian tidak bisa menjadi Menteri Pertahanan untuk kontrak pertahanan apa pun, bukan? Pahami itu,” tuturnya. Namun, Prabowo mengakui bahwa pemberantasan korupsi di Indonesia bukan perkara mudah.

Ia menyebut para pelaku bisnis di Tanah Air kerap ‘terlalu kreatif’ dalam mencari celah untuk mendapatkan keuntungan pribadi. “Tapi tentu saja, setelah dua, tiga bulan, Anda tahu pebisnis sangat kreatif, bukan? Terutama pebisnis Indonesia. Jadi mereka akan menemukan cara dan sarana.

“Suatu hari saya menemukan salah satu keponakan saya datang kepada saya, bukan? Dengan proyek da-da-da-da, saya bilang, ayolah, Anda belum pernah di pertahanan.

“Anda tidak mengerti pertahanan, oke? Jadi tidak, Anda cari saja bisnis lain,” cerita Prabowo.

Akibat langkah tegasnya itu, Prabowo mengaku sempat tidak bisa bertemu dengan beberapa keponakannya selama beberapa waktu. Meski begitu, ia menegaskan pentingnya keteladanan dari pemimpin dalam perang melawan korupsi.

“Saya tulis semua keluarga saya. Jadi di komentar, mungkin saya laporkan nama-namanya, dan kemudian mereka tidak lolos.

Jadi saya kesulitan bertemu keponakan-keponakan saya selama beberapa bulan setelah itu.
Tapi ya, Anda harus memberi contoh. Itu tidak mudah, tetapi Anda harus melakukannya,” tandasnya.*

(Tim)*