MORUT, MonitorNasional – Komplit Agraria di Kabupaten Morowali Utara terkait tuntutan Warga terhadap PT KLS Kian memanas. Hari ini Selasa (25/11/2025) ratusan Pemuda Pelajar Mahasiswa Morowali Utara (PPMMU) terpaksa turun ke jalan. Mereka melakukan demonstrasi mendukung sepenuhnya perjuangan masyarakat Baturube Bungku Utara yang saat ini menuntut hak atas tanahnya di lingkar PT Kurnia Luwuk Sejati (KLS).
Dalam orasinya Ketua Umum PPMMU periode Tahun 2023, Muhajir A Salasah menegaskan, penyelesaian komplik Agraria terkait penyerobotan lahan masyarakat oleh PT. Kurnia Luwuk Sejati (KLS) terkesan lamban dan tak berkesudahan. Pemerintah sebagai pengambil kebijakan tak dapat mengambil sikap untuk menemukan solusi konkrit guna penyelesaian yang sudah berlarut-larut lamanya.
” Ya kami mendukung dan akan selalu digaris depan dalam perjuangan bersama rakyat Baturube,” tegasnya.
Muhajir mengatakan, masuknya investasi sawit di Sulteng khususnya yang berada di Morowali Utara harusnya memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.
” Apabila mengorbankan alam dan manusia sepatutnya ditolak,” tekannya.
Menurutnya, konflik warga dengan PT KLS ini sudah berlarut-larut dan hampir tidak mempunyai solusi yang konkrit dari Pemerintah Kabupaten Morowali Utara.
” Pemda Morut selalu menutup mata persoalan yang dihadapi Rakyat,” katanya.
Ia menegaskan, apabila Pemerintah tidak pro kepada rakyat maka mereka akan turun kejalan, melakukan aksi untuk menyuarakan penderitaan rakyat akibat dari ekspansi investasi sawit yang melanggar hak-hak kemanusian.
Dalam aksi Demonstrasi itu, selain berorasi mereka juga melakukan pembakaran ban ditengah jalan, sebagai bentuk tuntutan yang disampaikan secara berapi api, guna mendorong pemerintah Morowali Utara untuk segera mengambil sikap dengan memberi solusi terhadap hak-hak warga yang bertahun-tahun dikuasai lahan Sawit PT. KLS.
Diketahui, saat ini masyarakat lingkar sawit PT KLS terus berjuang menuntut hak atas tanahnya yang dinilai telah dikuasai sepihak oleh perusahaan tersebut bertahun-tahun lamanya.
Sebagai bentuk protes mereka, Kantor PT KLS yang berada di Desa Taronggo telah disegel oleh masyarakat setempat.**
(Sam/mn)





