Kamis, 13 Agu 2026

Gubernur Anwar Hafid Dorong Sulteng Jadi “Raja Durian Dunia

Palu, MonitorNasional – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., membuka kegiatan “Berani Merdeka Ekspor Durian” yang digelar Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (12/8).

Gubernur menegaskan, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Sulawesi Tengah sebagai salah satu sentra durian unggulan Indonesia sekaligus membuka jalan menuju pasar dunia.

“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi starting point bagi kita untuk benar-benar menjadikan Sulawesi Tengah sebagai raja durian dunia,” ujar Gubernur.

Menurutnya, Sulteng kini telah memiliki identitas produk melalui branding “Durian Vulcano Indonesia”, yang diharapkan menjadi ciri khas durian asal Sulawesi Tengah di pasar nasional maupun internasional.

Gubernur menjelaskan, perjuangan menembus pasar ekspor telah dilakukan sejak sebelum dirinya menjabat sebagai gubernur. Ekspor perdana durian Sulteng berhasil direalisasikan pada 2025 dan terus dikembangkan hingga saat ini.

Dalam dua kunjungannya ke Republik Rakyat Tiongkok, Gubernur juga membawa misi untuk memperkenalkan durian Sulteng. Ia menilai pasar Tiongkok memiliki peluang besar karena kedekatan geografis dan meningkatnya konektivitas transportasi antara Sulteng dan Tiongkok.

“Dari sisi rasa, durian kita tidak kalah. Ini peluang besar bagi Sulawesi Tengah,” katanya.

Gubernur menekankan, ambisi menjadikan Sulteng sebagai “raja durian dunia” tidak dapat dilakukan sendiri. Pemerintah dan dunia usaha harus mengambil peran sesuai fungsinya.

Bank Sulteng

Pemerintah, berperan sebagai regulator yang harus menciptakan regulasi dan pelayanan yang memudahkan investasi serta perkembangan usaha. Sementara dunia usaha menjadi operator yang menggerakkan kegiatan produksi dan ekspor.

“Kalau kita mau sukses, tidak boleh ada ego sektoral. Kuncinya adalah kolaborasi. Pemerintah memberi ruang dan dukungan, dunia usaha bergerak di depan,” tegasnya.

Gubernu juga meminta pemerintah kabupaten dan kota mendukung pengembangan packing house, rumah durian, perizinan, hingga pembinaan petani, sehingga ekosistem durian dapat tumbuh dari hulu hingga hilir.

Menurut Gubernur, durian bukan sekadar komoditas pertanian, tetapi memiliki potensi besar menciptakan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat.

“Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat. Multiplier effect dari proses hilirisasi durian ini luar biasa,” jelasnya.

Gubernur berharap pengembangan durian dilakukan secara berkelanjutan dengan menjaga kualitas dan kontinuitas pasokan, sehingga Sulteng mampu memenuhi kebutuhan pasar sepanjang tahun.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan launching dashboard potensi komoditi pertanian dihadiri Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian, Dr. Fausiah T. Ladja, S.P.M., M.Si., Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, S.Sos., M.Si., Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin, S.E., M.AP., Wakil Bupati Morowali Irine Ilyas, Ketua TP-PKK Sulawesi Tengah Ny. Sry Nirwanti Bahasoan, kepala OPD lingkup Pemprov Sulteng.

*Biro Administrasi Pimpinan*