Poso, Monitor nasional_ PT. SJA Banyak Berbohong Kepada Masyarakat Petani Kebun Dan Peternak. Kebohongan group perusahaan ASTRA Tbk itu terungkap dalam rapat antara Petani Kebun dan ternak dari 5 Desa yakni Desa Tiu, Taripa, Petiro, Poleganyara dan Desa Matialemba yang berlangsung di Balai Desa Tiu, sabtu (14/09/25).
Rapat yang difasilitasi pemerintah Kecamatan Pamona Timur Kabupaten Poso dihadiri Kapolsek, anggota Danramil, Ketua Kelompok Ternak Buyuntoju, Silvanus Ra’a. Ketua Lapos Kecamatan M. Tokede dan sejumlah masyarakat petani kebun dan pemilik ternak.
Masalah yang mencuat dari rapat yakni, terkait ternak yang mati dan kebun yang rusak akibat dimasuki ternak.
Kematian ternak sapi diareal kebun sawit milik PT. SJA maupun diareal kebun masyarakat tidak nanti terjadi sekarang tetapi sudah berlangsung terus menerus yang mengakibatkan kerugian masyarakat petani maupun peternak.
Rapat yang dipimpin perwakilan pemerintah Kecamatan Pamona Timur R. Mustapa berlangsung alot sempat memunculkan kemarahan beberapa peserta rapat akibat rapat dimulai tanpa kehadiran PT. Sawit Jaya Abadi 2.
Salah seorang peserta rapat inisial MP menyampaikan kalau pihak PT. SJA hadir usir saja ungkap MP dengan nada kesal.
Kemarahan MP diperparah saat perwakilan Pt. SJA hadir dan diberi kesempatan bicara MP langsung minta perwakilan SJA berhenti saja bicara tidak ada gunanya.
“semua bohong belaka. Jikalau kehadiran saudara tidak bisa ambil keputusan tak memberi azas manfaat baik kepada Petani maupun para peternak. Tandasnya.
Sementara Kapolsek Pamona Timur, Rivan S. Turuka, SH dalam sambutan diforum rapat menyarankan agar kedua belah pihak untuk mencari solusi terbaik guna mencari jalan terbaik atas permasalahan yang dihadapi.
“Sebagai Kapolsek yang baru bertugas di Kecamatan Pamona Timur siap untuk membantu memfasilitasi masyarakat dengan pihak Pt. SJA-2 agar mendapatkan solusi terbaik, ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh perwakilan Danramil. Ia menyampaikan dukungannya seperti yang disampaikan Kapolsek, untuk mencari solusi terbaik, baik masyarakat maupun pihak perusahaan agar dapat keluar dari titik masalah yang ada, paparnya.
Lain halnya dengan Ketua Lapos Kecamatan Pamona Timur M. Tokede. Dalam pernyataannya, Tokede menyesalkan kelalaian pihak PT. SJA yang tidak pernah menepati janji berdasarkan kesepakatan rapat dengan masyarat petani kebun maupun peternak.
Dikatakannya, sebelum PT. SJA-2 membuka perkebunan kelapa sawit di wilayah Kecamatan Pamona Timur, tak ada ternak lain mati akibat makan racun.
Demikian pula halnya dengan Sawah dan Kebun masyarakat. Tak ada sawah atau kebun yang dirusak ternak sapi.
“Lalu mengapa sekarang ada terjadi sapi mati makan racun, dan atau sapi masuk kebun dan merusak tanaman. Hal itu terjadi karena areal pengembalaan dapat dikatan sudah tidak ada areal yang kosong. Karena areal pengembalaan rata-rata dijadikan kebun sawit Pt. SJA. Papar Tokede.
Sementara itu kesimpulan rapat antara petani dan Pt. SJA yang difasilitasi unsur pemerintah Kecamatan Pamona Timur, terdapat 10 point yang disepakati, diantaranya bahwa pihak PT. SJA akan membantu menyediakan bahan baku untuk pembuatan pagar dan kandang berupa kawat duri.
Kesepakatan lain bahwa semua kerugian yang dialami masyarakat petani maupun peternak harus diganti rugi oleh pihak Perusahaan.
Dari point point kesepakatan itu, Ketua Kelompok Tani Ternak Silvanus Ra’a memberikan lampu merah kepada pihak PT. SJA.
Silvanus menekankan bahwa apabila pihak PT SJA tidak memenuhi 10 point yang jadi tuntutan masyarakat, maka masyarakat bakal melakukan aksi besar besar dalam bentuk unjuk rasa dilokasi kantor PT. Sawit Jaya Abadi (SJA-2). Tandasnya.
Damai Tebisi.





